Penulis: Nur Aulia Rahma


❖ Pemaparan Masalah

Dalam era digital saat ini, prinsip dasar Pancasila masih sangat relevan dan harus diterapkan sebagai acuan dalam menentukan hal-hal yang dibenarkan atau tidak. Hal tersebut berguna untuk menjaga harmonisasi, keutuhan bangsa serta mencegah penyebaran informasi yang tidak memiliki dasar kebenaran dan yang dapat merugikan masyarakat. Menurut survei dari Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2020, sekitar 72,1% masyarakat Indonesia menggunakan internet dan media sosial untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran media sosial dan teknologi digital sangat berpengaruh terhadap cara berkomunikasi serta berinteraksi di masyarakat. Bahkan saat ini, di media sosial semakin marak penyebaran berita hoax, ujaran kebencian, dan bullying yang dapat merusak tata nilai sosial serta kebudayaan di masyarakat sehingga menjadi salah satu tantangan sosial budaya.

Tantangan sosial budaya yang dihadapi oleh masyarakat di era digital berupa pengaruh teknologi dan budaya asing yang dapat mempengaruhi nilai-nilai budaya lokal. Beberapa pengaruh tersebut, diantaranya meliputi terganggunya nilai-nilai budaya lokal akibat masuknya budaya asing melalui media sosial, menurunnya kepedulian masyarakat terhadap budaya lokal akibat isolasi pada dunia digital, munculnya konflik budaya akibat pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai lokal, dan menurunnya rasa nasionalisme maupun rasa kebanggaan pada budaya lokal karena adanya pengaruh luar yang lebih menonjol serta dianggap lebih keren daripada budaya lokal.

Ada berbagai permasalahan lain yang menjadi tantangan sosial budaya di era digital. Permasalahannya meliputi semakin mudahnya akses internet sehingga menyebabkan hilangnya rasa kebersamaan diantara masyarakat, berkembangnya budaya individualistik yang mengabaikan nilai-nilai prinsip dasar Pancasila, tantangan dalam mengakses informasi secara kritis sehingga banyak masyarakat mudah terdampak oleh informasi yang tidak akurat, terjadi kesenjangan sosial, dan tantangan dalam memelihara persatuan serta kesatuan bangsa dalam menghadapi globalisasi yang berkembang pesat di masyarakat. Oleh karena itu, pentingnya penerapan prinsip dasar Pancasila dan pengenalan nilai-nilai tersebut menjadi hal yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial budaya di era digital.

❖ Gagasan yang diangkat

Ada lima prinsip dasar Pancasila yang dapat diaplikasikan untuk menghadapi tantangan sosial budaya di era digital dan relevannya dalam menjaga keutuhan serta keberlangsungan bangsa. Prinsip dasar Pancasila yang pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Prinsip ini dapat diaplikasikan dengan mengajarkan rasa percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang sesuai dengan agama masing-masing. Hal ini dapat membantu untuk membangun peradaban digital yang beretika dan menjaga akhlak digital dari masyarakat. Prinsip dasar Pancasila yang kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Prinsip ini dapat diaplikasikan dengan meningkatkan kesadaran akan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Hal ini dapat membantu untuk menghindari penyebaran berita palsu, hoax, ujaran kebencian, bullying, dan diskriminasi di media sosial serta meningkatkan rasa toleransi di dalam masyarakat.

Prinsip dasar Pancasila yang ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Prinsip ini dapat diaplikasikan dengan memperkuat persatuan antara berbagai suku, agama, dan budaya di Indonesia. Hal ini dapat membantu untuk menghindari konflik dan perpecahan di masyarakat. Prinsip dasar Pancasila yang keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Prinsip ini dapat diaplikasikan dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya demokrasi dan mengajarkan keterampilan dalam mengakses informasi secara kritis. Hal ini dapat membantu untuk menghindari penyebaran berita palsu dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik. Prinsip dasar Pancasila yang kelima atau terakhir, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip ini dapat diaplikasikan dengan meningkatkan akses pendidikan dan kesempatan kerja. Hal ini dapat membantu untuk mengurangi kesenjangan sosial dan menghindari pengangguran serta kemiskinan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip dasar Pancasila, masyarakat dapat membangun peradaban digital yang beretika, menjaga tatanan kehidupan masyarakat, serta mengatasi tantangan sosial dan budaya di era digital.

Berdasarkan fakta yang telah ditemukan, ada tiga contoh kasus yang menunjukkan relevansi penerapan prinsip Pancasila dalam menghadapi tantangan sosial budaya di era digital. Pertama, kasus konten digital yang merusak moral dan nilai-nilai kebangsaan. Penerapan prinsip dasar Pancasila dapat membantu memfilter konten digital yang merusak moral dan nilai-nilai kebangsaan. Misalnya, dengan menerapkan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, masyarakat dapat melindungi diri dari lingkungan serta konten yang berbahaya dan mengedukasi diri sendiri untuk memfilter informasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua, kasus isu keamanan cyber. Penerapan prinsip gotong royong dan persatuan dapat membantu masyarakat untuk saling membantu dalam menjaga keamanan cyber. Dengan bergotong-royong untuk menjaga keamanan dan privasi informasi, masyarakat dapat membangun peradaban digital yang lebih aman sertaharmonis. Terakhir, kasus ujaran kebencian dan intoleransi. Menerapkan prinsip gotong royong dan persatuan juga dapat membantu membangun harmonisasi serta keutuhan bangsa dalam menghadapi ujaran kebencian dan intoleransi di era digital. Masyarakat dapat bekerja sama untuk menghindari perpecahan serta kekerasan yang mungkin terjadi akibat perbedaan pendapat dan pandangan di media sosial atau platform digital lainnya.

Implikasi dari era digital yang semakin terbuka dan kompleks memerlukan kebijakan serta tindakan yang tepat guna meningkatkan keberagaman, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial dalam bingkai Pancasila. Penerapan prinsip dasar Pancasila dalam bidang sosial budaya dapat melindungi masyarakat pengaruh buruk yang dapat merusak keharmonisan di era digital. Misalnya, dengan menerapkan prinsip keadilan sosial dalam lingkungan masyarakat dapat mempengaruhi kesejahteraan dan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan sosial budaya tersebut berupa dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya lokal sebagai pewaris nilai sejarah, mengintensifkan kegiatan sosial untuk menjaga solidaritas agar tidak terkalahkan oleh budaya asing, menyediakan akses internet gratis dengan pemantauan yang tepat serta penyaringan yang efektif untuk mencegah pengaruh buruk dari budaya asing yang dapat merusak nilai-nilai budaya lokal, dan mendorong pembelajaran tentang kearifan lokal di lingkungan masyarakat agar nilainilai tersebut tetap hidup serta berkesinambungan. Dengan demikian, tantangan sosial budaya di era digital memerlukan upaya bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat, dalam menerapkan prinsip-prinsip dasar Pancasila serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial dan menjaga keutuhan bangsa.