Pengaruh Kualitas Pendidikan
Pelaksanaan pendidikan di Indonesia masih sangat tergantung oleh guru atau pendidik sebagai pusat pendidikan. Terutama di tingkat pendidikan Sekolah
Dasar. Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh seluruh komponen yang ada dalam pendidikan, seperti guru yang berkompeten, kurikulum yang disempurnakan,
fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, sumber belajar yang terpercaya, dan kepemimpinan sekolah. Jika komponen-komponen tersebut masih terbilang rendah atau di bawah rata-rata, maka besar kemungkinan akan berpengaruh buruk pada kualitas pendidikan. Komponen yang menentukan dan paling penting adalah guru. Karena, gurulah yang berperan memegang kendali penuh peserta didiknya. Guru adalah figur yang akan selalu dicontoh oleh peserta didik. Maka dari itu, sangat diperlukan kualitas pendidik yang baik untuk membentuk pendidikan yang berkualitas pula. Efektivitas pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran yang berlangsung yang meliputi beberapa aspek, antara lain sikap guru yang
positif terhadap siswa, komunikasi yang efektif, penguasaan teori yang cukup baik oleh guru, penyampaian materi yang mudah dipahami siswa, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Pembelajaran yang efektif sangat didukung oleh
kompetensi guru dalam mengajar.
Saat ini, isu permasalahan-permasalahan yang terjadi di sekolah sangat banyak terlintas di telinga dan mungkin saja kita pernah menemui secara
langsung. Beragam masalah yang sering timbul di sekolah, mulai dari masalah yang kecil seperti pengelolaan kelas dan cara memberikan atau menyampaikan materi belajar yang kurang efektif oleh guru hingga masalah besar yang tidak
hanya dapat diselesaikan oleh pihak sekolah saja melainkan masyarakat bahkan hingga ke pemerintah, seperti kekerasan fisik oleh guru terhadap siswa. Hal demikian akan membuat siswa merasa takut hingga mentalnya akan terganggu
yang mengakibatkan proses belajar siswa tidak akan efektif. Adapun masalah seperti ini terjadi tidak lain karena pendidik yang kurang memahami tujuan
sebenarnya menjadi guru dan tentunya akan menghambat peningkatan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.
Kunci Pendidikan yang Berkualitas
Benar. Kualitas pendidikan bergantung pada efektivitas dan efisiensi pendidik pada proses pembelajaran. Efektivitas dan efisiensi pendidik dapat terpenuhi apabila empat kompetensi guru dimiliki dan dipahami oleh pendidik. Adapun kompetensi guru yang dimaksud yaitu, (1) kompetensi pedagogik merupakan kemampuan dan keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru
dalam melihat karakteristik peserta didik dari berbagai aspek kehidupan, baik itu moral, emosional, maupun intelektualnya, (2) kompetensi profesional yaitu kompetensi yang mengacu pada perbuatan (performance) yang bersifat rasional
dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan, (3) kompetensi kepribadian merupakan aspek psikologis guru yang menunjukkan kemampuan personal dan mencerminkan kepribadian yang akan menjadi contoh terhadap peserta didik, seperti bertindak sesuai norma hukum, norma sosial dan etika yang berlaku, bersikap dewasa dan bijaksana yang mampu menerima dan mengatasi sikap peserta didik, serta berakhlak mulia (jujur, ikhlas, suka
menolong, dan sebagainya), dan (4) kompetensi sosial merupakan kompetensi yang terkait dengan kemampuan pendidik sebagai makhluk sosial dalam
berinteraksi dengan orang lain. Artinya, guru harus bisa berperilaku santun, mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan menarik dengan peserta didik, sesama pendidik, orang tua wali peserta didik, masyarakat, dan pihak- pihak sekolah.
Tanpa kompetensi, guru bak nahkoda di tengah samudera minus keahlian memadai, sementara di depannya ombak tinggi siap menggulung kapal. Sudah pasti nahkoda yang minus keahlian itu tidak bisa berbuat apa-apa, sementara kapalnya tenggelam tersapu ombak ke dasar samudera. (Agus Wibowo & Hamrin, 2012 : 102)
Kualitas pendidikan dapat tercapai dengan baik dan
benar apabila efektivitas dan efisiensi pendidik terlaksana. Oleh karena itu, agar tercapainya efektivitas dan efisiensi pendidik, maka keempat kompetensi guru harus dikuasai
sebaik mungkin.
Simpulan dan Saran yang Membangun
Pendidik berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru sebagai pendidik profesional memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, dan melatih. Pendidik dituntut memiliki kemampuan dan keterampilan sebagai bagian dari profesionalisme guru dengan cara melakukan pembinaan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan dan penataran.
Empat kompetensi guru perlu dipahami bagi setiap guru maupun calon guru. Karena, keempat kompetensi tersebut menjadi bekal untuk menemukan hakikat pendidikan dan bekal mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Melalui penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian maka guru dapat melakukan hal yang semestinya dilakukan seorang pendidik yang tentunya sangat dibutuhkan oleh peserta didik. Dengan demikian, membangun pendidikan yang berkualitas akan mudah tercapai.
Tidak ada komentar
Posting Komentar