Pada jum'at, 17 Mei 2024 Divisi Sanggar Seni
Bahana Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Tadulako melaksanakan kegiatan "Panggung
Sehari" pertunjukkan teater dan puisi yang bertempat di ruangan FKIP 07.
Panggung sehari Sanggar Seni Bahana IKAMABASTRA FKIP UNTAD merupakan salah satu
pertunjukan yang dibuat sebagai panggung pertama untuk anggota baru. Kegiatan
ini dihadiri oleh Dewan Alumni, Dewan senior, pengurus IKAMABASTRA FKIP UNTAD,
serta mahasiswa aktif PBSI FKIP UNTAD.
Adapaun kegiatan
ini menampilkan Teater dengan judul "Janji Senja" Karya Taofan
Nalisaputra yang menceritakan tentang perjuangan seorang istri dan seorang ibu
yang menanti kedatangan suami dan bapak dari anaknya yang sudah lama pergi
merantau dan meninggalkan janji akan datang saat senja. Disutradarai oleh barak
dengan dua aktor yang memerankan yaitu Feni dan Alya. Selain teater, ada juga
pembacaan puisi dengan judul "Perempuan yang Bertahan dengan Puisi"
Karya Helvy Tiana Rosa, Yaitu perempuan yang melihat senja retak. Penggarap
puisi Mangkoheng dan pembaca puisi yaitu
Tasya.
“Setelah
pementasan tadi, saya tidak menyangka bahwa pementasan yang saya ekspektasikan dari
awal hanya beberapa oranglah yang menonton, tapi ketika melihat pentas tadi
ternyata ramai yang menyaksikan. Mungkin kedepannya kita harus buat yang lebih
lagi. Berawal dari sini, karena saya pertama kalinya sebagai sutradara dinaskah
ini ada rasa pemantik di diri saya untuk terus semangat dalam berproses
kedepannya. Walaupun ada beberapa kendala selama latihan hingga terbenak
didalam pikiran saya mungkin tidak bisa lagi ini, tapi lagi-lagi ada motivasi
dari senior selesaikan saja dulu ini pikirkan selanjutnya dan yang kurang
kemarin itu seperti apa dan alhamdulillah terselesaikan semuanya dan saya cukup
puas dengan hasilnya” Ucap Barak.
Tanggapan Barak
ketika ditunjuk sebagai sutradara “Awalnya saya berpikir bahwa saya ini
masih kurang ilmuku untuk menjadi sutradara, sedangkan saya masih segini, tapi
saya merasa ada tanggung jawab kita sebagai kakak tingkat, ada bisikan-bisikan “masa
saya tidak bisa orang lain kok bisa” tapi akhirnya ada paksaan dari teman-
teman bahwa saya bisa dan bagaimana caraku menampakkan diri itu keteman-teman
dan saya sempat sakit juga, terbenak lagi dipikiran mungkin saya tidak bisa
lagi ini. Tapi melihat keadaan lagi siapa yang bisa diharap karena kita juga
kekurangan SDM. Apalagi kita berbicara tentang kualitas saya juga pernah
mendapatkan ilmu teater demgam ilmu itulah yang saya implementasikan
kepanggung. Setelah saya melihat tadi walaupun masih kurang maksimal, tapi
alhamdulillah penampilannya cukup baik” Ucap Barak.
Barak sebagai sutradara ia berharap jangan sampai terhenti di sini dan bosan tetapi tetap lanjut dan terus berproses karena proses hari ini merupakan awal mula kita dalam kelembagaan baik itu Sanggar Seni Bahana maupun IKAMABASTRA.



Tidak ada komentar
Posting Komentar