Kembali ke panggung! Sanggar Seni Bahana menghibur dengan menggelar pementasan bertajuk "Pakaian dan Kepalsuan"

Sabtu, 08 februari 2025 Sanggar Seni Bahana menggelar pertunjukan  yang bertajuk “Pakaian dan Kepalsuan”, pementasan ini bertempat di Gedung Islamic Center Universitas Tadulako dan berhasil menarik perhatian banyak penonton.

Acara ini dihadiri oleh mahasiswa aktif dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta para senior dan alumni. Tak hanya itu, pertunjukan ini juga menarik minat mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Tadulako, yang turut hadir untuk menyaksikan dan menikmati sajian seni teater yang disuguhkan.

Sebuah pentas teater yang di produksi Sanggar Seni Bahana “Pakaian dan Kepalsuan” adalah sebuah cerita sandiwara Rusia The Man With The Green Necktie Karya Averchenko saduran bebas Achdiat K. Mihardja.  Pementasan ini menampilkan seseorang yang mencari kebenaran dan membongkar semua kebohongan dan bagaimana seorang Wanita yang mempertahankan harga diri dan kehormatannya. Pementasan “Pakaian dan Kepalsuan” mengangkat tema yang cukup mendalam, menggambarkan realitas kehidupan sosial yang penuh kepalsuan di balik penampilan luar seseorang. Dengan alur cerita yang kuat serta didukung oleh akting para pemain yang totalitas, pertunjukan ini mampu membius para penonton dan membangkitkan berbagai emosi. Pada pertunjukkan ini ada beberapa aktor yang berperan yaitu Bobii Pettalolo, Anggie Marzelina Kaiya, Aldan Ramadhan, Muh Husni Mubaraq, Rifaldi, Asrullah, Muhammad Syafa’at. 

"Harapan saya bagi Sanggar Seni Bahana untuk kedepannya semoga tidak lelah dalam berproses karena dalam proses tersebut terdapat pelajaran berharga didalamnya. Saling merangkul dan bekerja sama dengan rekan seorganisasi. Pementasan ini bertujuan untuk menjadi sebuah contoh bagi calon anggota Sanggar Seni  Bahana periode 2025 yang mayoritas berasal dari mahasiswa baru Angkatan 2024."Ujar Sofya yunita selaku Koordinator Sanggar Seni Bahana.



Reportase: Tim 1 LENSA (Tiara & Ade Aslinda)

Dokumentasi: Aina