“Saya bukan orang cerdas, pintar dan lain-lain, Tapi saya orang yang prokopton” 

Sumber foto: Canva.id

Berapa minggu lalu saya telah membaca habis buku filsafat Yunani kuno (stoicisme) yang ditulis oleh HENRY MANAMPIRING yaitu “FILSAFAT TERAS”. Mungkin sudah banyak yang tahu tentang isi buku ini. Isinya tentang bagaimana cara berpikir secara rasional yang bertujuan membentuk mental dan dapat memperoleh kebahagian dan kedamain sejati, dan cocok di implementasikan di segala situasi kehidupan.

Saya pribadi tertarik dengan satu istilah yang ada di akhir pembahasan buku itu, yaitu “PROKOPTON”. Apa itu prokopoton? Prokopton berasal dari bahasa Yunani yang di terjemahkan sebagai progessor atau “seseorang yang ingin menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya”.
Istilah ini sangat menarik bagi saya “ingin lebih baik dari yang sebelumnya”, karena saya juga memegang prinsip: “jikalau kita masih mempunyai rasa ingin tahu (penasaran) berarti kita masih manusia”. Nah, saya tipikal orang yang ingin belajar terus menerus, dan saya ingin di kenal sebagai seorang yang berusaha.

 Apapun yang dikerjakan bukan berarti saya merasa sudah pintar atau ahli, melainkan orang yang ingin berusaha menjadi lebih baik di bidang itu.
Contoh, saya suka sastra dan ingin mempunyai satu atau banyak karya sastra,
Pertanyaannya apakah saya ahli sastra? Tidak, saya hanya seorang yang ingin terus berusaha agar bisa mempunyai karya sastra dan fokus mewujudkan itu.

“Saya bukan orang cerdas, pintar dan lain-lain, Tapi saya orang yang prokopton, seseorang yang ingin lebih baik dari yang sebelumnya” Sebutan tersebut lebih pas buat saya.
Saya tidak suka tiba-tiba dibilang orang yang tinggi hati atau ketinggian, dan selalu menjadi orang yang paling pintar sendiri. Saya suka menjadi orang cukup dan fokus kepada proses dan tujuan awal, dan yang paling penting terus berusah menjadi lebih baik.

Penulis: Iwan