Duka dan luka yang ditinggalkan keadilan 

sumber foto: Pinterest.id


Kasus ini saya angkat bukan sekadar untuk mengulang sebuah berita, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, dan keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi di negeri ini. Kasus meninggalnya seorang anak berusia 14 tahun, akibat dugaan tindakan aparat. Saya merasa penting untuk menyuarakannya. Oleh karena itu, opini ini saya tulis sebagai refleksi, sekaligus harapan agar peristiwa serupa tidak  terulang lagi.

Sebagai mahasiswa dan masyarakat indonesia, saya merasa peristiwa ini bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga kekecewaan. Kepercayaan rakyat Indonesia terhadap penegak hukum runtuh ketika anak yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban. Dengan itu, keadilan dalam kasus ini bukan sekadar tuntutan hukum, melainkan harapan rakyat agar negara benar-benar hadir melindungi warganya, terutama generasi muda.

Tewasnya seorang siswa MTSN (ARIANTO TAWAKKAL 14 TH), di kabupaten Maluku utara. Akibat tindakan aparat merupakan tragedi yang sangat memprihatinkan. Anak di bawah umur seharusnya mendapat perlindungan, bukan justru menjadi korban kekerasan. 

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya aparat penegak hukum bekerja dengan prinsip perlindungan nyawa manusia, apalagi terhadap anak di bawah umur. Polisi seharusnya hadir untuk melindungi, bukan justru menjadi sumber ancaman. Dalam negara hukum, tidak ada alasan pembenaran untuk kekerasan berlebihan, terlebih jika korbannya adalah pelajar.

Yang paling menyedihkan, korban masih 14 tahun — usia di mana negara seharusnya menjamin hak hidup, pendidikan, dan rasa aman. Jika benar terjadi penganiayaan hingga menyebabkan kematian, maka itu adalah pelanggaran serius HAM dan harus diproses secara terbuka, jujur, adil, dan transparansi  tanpa melindungi si pelaku hanya karena ia seorang aparat.  

Namun, kita juga perlu tetap berpikir jernih, kasus ini harus diusut lewat proses hukum, yang salah harus dihukum, tapi institusinya juga harus berbenah jangan sampai ada impunitas (pelaku lolos tanpa hukuman) kasus seperti ini penting sebagai peringatan keras bahwa, Bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi institusi tempatnya bertugas juga wajib bertanggung jawab dan berbenah. Kasus ini menjadi peringatan bahwa kewenangan aparat harus diawasi secara ketat dan penggunaan kekerasan tidak boleh dibenarkan dalam situasi apa pun. Negara harus membuktikan bahwa hukum berlaku untuk semua, termasuk polisi agar keadilan  benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

oleh: Reni Wahyu Ningsih